Jumat, 25 April 2014

MATERI ANEMIA PADA IBU HAMIL



1.   Anemia
 
a.       Pengertian
Anemia adalah keadaan dimana terjadi kekurangan darah merah dan menurunnya hemoglobin kurang dari 9,5 gr% dalam tubuh ibu hamil (Hb normal > 11 gr%) (Tarwoto, dkk, 2007).
Anemia gizi adalah keadaan kadar hemoglobin lebih rendah dari nilai normal menurut umur, jenis kelamin, berat badan karena kekurangan satu atau lebih bahan-bahan nutrisi essensial tanpa memandang penyebab kekurangannya (Ratna Dewi Pudiastuti, 2012).
 
b.      Etiologi
Menurut Pudiastuti (2012) penyebab anemia adalah Rusaknya butir darah merah, gangguan pembentukan darah akibat beberapa bahan essensial seperti kekurangan zat besi, vitamin B kompleks, vitamin C,  asam folat dan kehilangan darah baik yang akut maupun yang kronis (perdarahan).
Menurut Tarwoto (2007)  penyebab anemia adalah genetik, kekurangan nutrisi, perdarahan, infeksi seperti hepatitis dan malaria, obat-obatan dan zat kimia, penyakit kronis seperti penyakit ginjal/hati dan infeksi kronis, efek fisik seperti trauma dan luka bakar.
Menurut Nugraheny (2010) pada umumnya anemia disebabkan oleh kurang gizi (malnutrisi), kurang zat besi dalam diet seperti daging, kacang-kacangan, sayuran, kehilangan darah yang banyak pada persalinan yang lalu, haid, penyakit kronik seperti tuberculosis, cacing usus dan malaria.

c.       Klasifikasi Anemia
Menurut Tarwoto (2007) klasifikasi anemia dalam kehamilan yaitu :
1)    Anemia Defisiensi Besi
Anemia defisiensi besi merupakan jenis anemia terbanyak didunia, terutama pada negara miskin dan berkembang. Penyebabnya adalah suplai besi kurang dalam tubuh. Kurangnya besi berpengaruh dalam pembentukan hemoglobin sehingga konsentrasinya dalam sel darah merah berkurang, hal ini akan mengakibatkan tidak adekuatnya pengangkutan oksigen keseluruh jaringan tubuh. Pengobatannya yaitu pemberian diet tinggi zat besi, atasi penyebab seperti cacingan dan perdarahan, pemberian preparat zat besi seperti sulfas fero-sus (dosis : 3 x 200 mg), ferro glukonat 3 x 200 mg/hari atau diberikan secara parenteral jika alergi dengan obat peroral 250 mg Fe (dosis : 3 mg/kg BB) dan iron dextran mengandung Fe 50 mg/ml dengan IM.
2)    Anemia Megaloblastik
Penyebab anemia megaloblastik adalah kurang vitamin B 12, kurang asam folik. Pengobatannya yaitu diet nutrisi dengan B 12 dan asam folat, berikan asam folat 5 mg/hari selama 4 bulan, vitamin B 12 3 x 1 tablet per hari, sulfat ferosus 3 x 1 tablet per hari, pada kasus berat dan pengobatan per oral hasilnya lamban sehingga dapat diberikan transfusi darah.
3)    Anemia Hipoplastik
Penyebab anemia hipoplastik adalah hipofungsi sumsum tulang, membentuk sel-sel darah merah baru. Pengobatannya yaitu pengobatan infeksi seperti jamur dan bakteri, pendidikan kesehatan untuk mencegah infeksi. Dengan pengobatan mungkin tidak memuaskan, mungkin pengobatan yang paling baik yaitu transfusi darah, yang perlu sering diulang.
4)   Anemia Hemolitik
Disebabkan oleh penghancuran/pemecahan sel darah merah yang lebih cepat dari pembuatannya. Pengobatannya yaitu pencegahan faktor resiko, cairan yang adekuat, pendidikan kesehatan dan transfusi darah yang berulang merupakan pengobatan yang paling baik.

d.      Patofisiologi
Pada anemia diketahui bahwa rendahnya Hb secara langsung juga mempengaruhi kondisi penderita, dimana tanda dan gejala tersebut terutama terjadi pada anemia defisiensi yang berat dan berkepanjangan. Pada gilirannya ini akan mengganggu metabolisme enzim intrasel yang memerlukan besi (disfungsi enzim) yang kemudian berperan pada stamina yang menurun, kebingungan dan depresi. Komplikasi terakhir ini ternyata terjadi melalui mekanisme yang independen dari anemia itu sendiri (Purwita W. Laksmi, dkk, 2008).
Setiap ibu hamil akan mengalami hemodilusi. Hemodilusi adalah pengenceran darah untuk mengatasi pengentalan darah. Pengenceran darah dianggap penyesuaian diri secara fisiologis dalam kehamilan dan bermanfaat bagi wanita dan dapat meringankan beban kerja jantung yang harus bekerja lebih berat dalam masa hamil yang disebabkan oleh peningkatan cardic output akibat hipervolemia (volume darah bertambah banyak), kerja jantung kebih ringan apabila viskositas darah rendah sehingga tekanan darah tidak naik. Bertambahnya darah dalam kehamilan mulai sejak kehamilan umur 10 minggu dan mencapai puncaknya pada kehamilan umur 32-36 minggu (Proverawati, 2011).

e.       Derajat anemia
Departemen Kesehatan menetapkan derajat anemia sebagai berikut :
1)    Anemia ringan
Jika kadar Hb 8 gr% - < 11gr%.
2)    Anemia sedang
Jika kadar Hb 5 gr% - < 8 gr%.
3)    Anemia berat
Jika kadar Hb < 5 gr%.

f.     Tanda dan gejala.
 Menurut Purwita W. Laksmi (2008) tanda dan gejala anemia pada ibu hamil, yaitu :
1)    Anemia ringan
Kelelahan, detak jantung meningkat, penurunan perfusi jaringan, ekstraksi O2 jaringan meningkat.
2)    Anemia sedang
Fatig, sulit konsentrasi, detak jantung > 100/m, berdebar, dispnoe pada aktivitas, pucat.
3)    Anemia berat
Fatig, depresi, gangguan tidur, dispnoe pada istirahat, vertigo.
           Menurut Tarwoto (2007) tanda gejala anemia secara umum adalah pucatpada mata, cepat lelah, sering pusing dan sakit kepala, sering terjadi kram pada kaki, terjadi sariawan, peradangan gusi, pada pemeriksaan hemoglobin < 9,5 gr% dan tekanan darah menurun.

g.    Pengaruh anemia terhadap kehamilan.
Menurut Nugraheny (2010) pengaruh anemia terhadap kehamilan dapat menimbulkan berbagai masalah berikut :
1)    Saat hamil
a)   Tumbuh kembang janin terlambat.
b)   Abortus.
c)   Persalinan prematur.
d)   Tumbuh kembang janin dalam rahim terhambat.
e)   Perdarahan antepartum.
f)     Ketuban pecah dini (KPD).
2)    Saat persalinan
a)   Persalinan berlangsung lama.
b)   Sering terjadi fetal distress.
c)   Terjadi emboli air ketuban.
d)   Atonia uteri.
e)   Retensio placenta.
3)    Saat postpartum
a)   Terjadi perdarahan postpartum.
b)   Mudah terjadi infeksi puerperium.
c)   Dapat terjadi retensio plasenta.
d)   Anemia kala nifas.
e)   Bayi lahir dengan anemia.

h. Penanggulangan anemia.
    Menurut Ratna Dewi Pudiastuti (2012) Penanggulangan anemia pada ibu hamil yaitu :
1)  Makan tablet tambah darah sehari 1 tablet/minimal 90 tablet selama hamil
2)  Makan yang banyak mengandung zat besi misalnya daging, sayuran hijau seperti bayam, daun singkong, kangkung, kacang-kacangan dan lain-lain.
 
      Makanan yang dianjurkan untuk ibu hamil agar tidak terkena anemia yaitu :
a)    Kehamilan triwulan I
Beri makan porsi kecil tapi sering, makanan yang segar-segar contohnya susu, sop, buah-buahan, biscuit dan lain-lain.
b)   Kehamilan triwulan II
Meningkatkan makanan zat tenaga seperti nasi, roti, mie dan meningkatkan makanan zat pembangun berupa lauk pauk dan zat pengatur yaitu sayur dan buah.
c)    Kehamilan triwulan III
Jumlah makanan yang dibutuhkan sama dengan kehamilan triwulan II dan minum tablet tambah darah 1 butir perhari (minimal 90 butir selama hamil) (Ratna Dewi Pudiastuti, 2012).


i. Penatalaksanaan anemia.
  Menurut Tarwoto (2007)  penatalaksanaan anemia yaitu :
1)    Pada saat kunjungan awal, kaji riwayat pasien. Telusuri riwayat anemia dan kaji riwayat keluarga.
2)    Pastikan tanda dan gejala anemia yang terjadi pada ibu hamil
3)    Makan-makanan yang banyak mengandung zat besi, asam folat.
4)   Makan yang cukup, dua kali lipat dari pola makan sebelum hamil.
5)    Konsumsi vitamin C yang lebih banyak.
6)    Hindari atau kurangi minum kopi dan teh,
7)    Hindari penggunaan alcohol dan obat-obatan/zat penenang.
8)    Minum suplemen zat besi (sulfa ferrosus) 90 tablet selama kehamilan.
9)    Hindari aktivitas yang berat.
10) Istirahat yang cukup.
11) Ukur tekanan darah.
12) Periksalah Hb pada tempat pelayanan kesehatan.

J.   Terapi pada anemia menurut Purwita W. Laksmi (2008) :
1)   Terapi pencegahan
a)    Fe dosis rendah 30 mg.
b)   Feritin ≥ 20 ug/L.
2)   Ibu hamil dengan anemia defisiensi memerlukan :
a)     Fe sulfat 325 mg
b)     Pemberian folat 1 mg perhari
3)   Nasehat
a)     Banyak makan buah dan sayuran yang berwarna hijau.
b)     Lebih banyak istirahat.
c)     Meningkatkan jumlah porsi makan lebih dari sebelum hamil.
d)    Mengenali tanda-tanda anemia.
e)     Segera periksa apabila terjadi mata berkunang-kunang, gangguan tidur, vertigo, berdebar,pucat, lesu, sulit konsentrasi.
4)   Jadwal pemeriksaan hamil dipercepat dan diperketat
Untuk memasukkan penderita ke rumah sakit atau merujuk penderita perlu memperhatikan hal berikut :
a)    Bila kadar Hb kurang dari 8gr%.
b)   Vertigo. 
c)    Mata berkunang-kunang.
d)   Detak jantung > 100/m.